suarahulubalang.com

Copyright © suarahulubalang.com
All rights reserved
Desain by : sarupo

Komisi V DPRD dan Disdik Riau Evaluasi Pelaksanaan PPDB Online

Foto / Antara

SuaraHulubalang.com - Komisi V DPRD Riau membidangi pendidikan melakukan rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Banyaknya laporan dan keluhan yang disampaikan oleh orang tua murid menjadi dasar pemanggilan Disdik Riau ini.

Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy M Yatim di Pekanbaru, Rabu, menyebutkan pihaknya bermaksud melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan PPDB online ini. Ada sejumlah persoalan yang disoroti yang harus dicarikan solusinya, termasuk soal sistem zonasi.

"Dalam pertemuan tadi ada beberapa kasus yang disampaikan. Dicarikan solusinya seperti apa. Misalnya soal zonasi. Harus dicarikan alternatifnya. Bagi calon peserta didik juga kami minta untuk tidak memaksakan hanya pada satu sekolah. Ketika ada sekolah di daerah lain yang kosong, bisa mengisi disana, namanya itu lintas zonasi," ucap Eddy M Yatim.

Eddy mengatakan pihaknya sudah menyampaikan catatan dan atensi yang harus dibenahi oleh Disdik Riau. Besar harapannya agar apa yang menjadi laporan masyarakat dapat diakomodir melalui alternatif yang harusnya sudah disiapkan.

"Untuk persoalan zonasi ini, kita samakan persepsi. Karena kami menyadari ini bukan hanya beban Disdik tetapi juga tanggung jawab kita semua, termasuk dewan yang menjadi mitra kerja Disdik Riau," ucap politisi Demokrat itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendataan Disdik Riau Dasril mengatakan,hingga kini pihaknya masih melakukan finalisasi data pendaftaran calon peserta didik yang disesuaikan dengan kuota penerimaan. Bahwa sejauh ini total 86 ribu siswa di Riau yang akan diterima di SMK/SMA sederajat. "Masih berjalan, belum final. Kita masih menunggu laporan dari sekolah," ucapnya.

Saat ditanyakan, apa solusi yang diberikan Disdik Riau untuk anak-anak yang tinggal di daerah perbatasan kabupaten/kota. Dia menjawab calon peserta didik boleh memilih sekolah yang terdekat dari tempat tinggal mereka.

"Yang tinggal di perbatasan, bisa pilih sekolah yang terdekat dari rumah. Itu juga sudah kita sampaikan alternatifnya," ucap Dasril.

SHARE US :
Komentar Via Facebook :